Jumat, 08 Januari 2010

Mandor Diterjang Puting Beliung


*Pohon Kayu Tumbang di Jalan Raya

MANDOR. Angin puting beliung menerjang kawasan Desa Mandor dan Desa Simpang Kasturi Kecamatan Mandor Kabupaten Landak, Selasa (5/1) pukul 15.00 sore kemarin. Tidak ada korban jiwa, namun sebanyak empat pohon besar tumbang di jalan raya hingga arus lalu lintas macet total hingga dua jam. Deretan kendaraan sekitar satu kilometer sempat membuat panik penumpang dan warga setempat. “Pohon yang tumbang di kawasan Jalan antara Mandor-Simpang Kasturi,” ujar Budi seorang warga.
Menurut Budi warga simpang Kasturi ini, hujan disertai angin cukup kencang dan berputar lalu menghantam pohon hingga tumbang di jalan raya. Untung saat tumbang tidak kena kendaraan yang melintas. Warga setempat langsung berbondong-bondong melihat dari dekat pohon yang tumbang, dan langsung melaporkan kepada kepala desa setempat.
Kepala Desa Mandor H.Effendi setelah mendapat laporan dari warga, langsung turun ke lokasi dan dibantu warga mencari mesin shingso untuk memotong kayu yang tumbang mengahalang jalan. “Kita prihatin melihat orang yang mau cepat sampai pada tujuannya tapi malah terhambat akibat pohon tumbang,” ujar Effendi.
Dalam musibah itu tidak ada korban jiwa hanya satu rumah terkena timpa dan tiang lisrik tumbang sehingga pasar gelap karena listrik tidak bisa difungsikan. “Memang di wilayah kita masih banyak pohon akasia yang besar di tepi jalan, tapi ini pengalaman bagaimana cara untuk memangkas pohon yang ada,” ungkapnya.
Sementara Iwan, warga Pontianak pengendara motor mengaku hampir dua jam bertahan tidak bisa lewat karena sebagian masyarakat bergotong royong memotong pohon dan membersihan kayu yang tumbang. “Kita berharap agar dinas terkait juga dapat memperhatikan pohon yang besar di tepi jalan harus selalu di pangkas,” harap Iwan.
*Ngabang Terancam Banjir
Sementara itu, di Ngabang ibu kota Kabupaten Landak juga mulai musim hujan, akibatnya warga di kawasan tepian sungai Landak seperti Dusun Raiy, Pesayangan, Tanjung mulai berjaga-jaga. Karena air mulai pasang. Jika dalam satu hari hujan dipastikan akan terendam. “Memang tidak heran, Ngabang setiap tahun pasti ada banjir,” ujar Wan Agustian ketika menghubungi Equator, kemarin.
Warga di tepian sungai Landak memang sudah terbiasa dengan banjir, karena hampir tiap tahun jika banjir masyarakat tidak semua mengungsi. Sebagian warga kadang memilih tetap bertahan, meski harus mengungsi ke atap rumahnya. Di Ngabang banjir akan terjadi jika curah hujan tinggi dan sungai Landak meluap. (rie)

Tidak ada komentar: