Selasa, 09 Februari 2010

Tiga Pekerja PETI Tewas Tertimbun Tanah

MANDOR. Nasib nahas menimpa empat orang pekerja Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) di Dusun Pempadang Desa Kayuara Kecamatan Mandor. Tiga orang tewas dan satu mengalami patah bagian paha kiri akibat tertimbun tanah saat mereka asyik bekerja, Selasa (9/2) pukul 13.00 Wib. Ketiga korban tewas bernama Tandi,24, warga Desa Sambora Kecamatan Toho Kabupaten Pontianak. Kemudian Rianto, 28 dan Widiyanto, 26, warga Peladis Kecamatan Anjongan. Sedangkan Adi 22, warga Dusun Air Itam Desa Silung Kecamatan Menjalin paha kirinya patah dan memar dipipi.
Menurut keterangan dr.Somara Puskesmas Mandor, korban meninggal diperkirakan terlalu lama tertimbun tanah dan lemas karena tidak bisa bernapas sehingga mengalami laku memar di bagian muka.
Kapolsek Mandor Ipda Alexander Aban melalui Kanit Reskrim Bripka Yusnadi Muhali, SE mengatakan, saat itu hujan deras hingga mengakibatkan tanah longsor di lokasi PETI di dusun Pempadang desa Kayuara. “Kami mendapat laporan dari warga dan langsung turun ke lokasi,” katanya dikonfirmasi awak koran ini.
Sedangkan menurut keterangan saksi dari tukang masak bernama Rita 17, warga Anjongan. Saat itu sekitar pukul 13.00, bos-nya bernama Edi warga Sintang, berlari dari lokasi masuk ke dalam pondok kerja dan membawa tasnya langsung kabur.
“Saya sempat nanya ada apa mas, katanya tanah longsor ada yang ke timbun langsung lari,” kata Rita.
Menurut Rita hampir dua jam korban tertimbun baru mayat dapat ditemukan.
Sementara pihak polisi tetap mengevakuasi korban dari lokasi dibawa ke Puskesmas dan sebagian anggota polisi mencari tersangka atau bos nya. Hingga berita ini diturunkan pukul 19.30 bos dompeng masih dalam pengenjaran polisi atau boron. (rie)

Tidak ada komentar: