Selasa, 09 Maret 2010

Tujuh Desa di Mandor Dapat Proyek NICE


*Puskesmas Mandor Gelar Sosialisasi

MANDOR. Dinas Kesehatan Landak melalui Puskesmas Mandor menggelar sosialisasi proyek Nutrition Improvement Through Community Emporwerment (NICE) atau proyek perbaikan gizi melalui pemberdayaan masyarakat, di aula Penghijauan Bukit Soeharto Mandor, Senin (8/3). Acara dihadiri Camat Mandor Marius Baneng, tujuh kepala desa, Bidan, Perawat desa Nice dan Staf Puskesmas Mandor.
Kepala Puskesmas Mandor Sri Supartinah menyambut baik adanya program Nice untuk tujuh desa di kecamatan Mandor, yaitu desa Ngarak, Kayutanam, Bebatung, Sebadu, Semenok Sekilap dan Manggang. “Kami berharap kepada kades yang telah mendapat program peningkatan gizi melalui pemberdayaan masyarakat dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Jumlah bayi di kecamatan Mandor 672 bayi, dan balita 2600 balita, jadi jumlah bayi dan balita 3.272 jiwa. “Maka dengan sosialisasi Nice ini, dapat mengembangkan pengetahuan, mencegah, menanggunglangi masalah gizi yang ada di masyarakat,” ujarnya.
Kepala Seksi (Kasi) Gizi dari Dinas Kesehatan Landak, Sri Wahyuni mengatakan, pemberdayaan masyarakat untuk gizi bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat secara mandiri dalam mencegah dan mengatasi masalah kesehatan dan gizinya sendiri dan keluarga. “Kegiatan utamanya adalah persiapan kegiatan paket gizi masyarakat (PGM), sosialisasi pemilihan desa, pembentukan (KGM), pengadaan fasilitator gizi masyarakat (FGM), penempatan dan pelatihan FGM. Melaksanakan kegiatan paket gizi masyarakat dan monitoring dukungan teknis dalam pelaksanaan paket gizi masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Camat Mandor Marius Baneng mengaku sangat mendukung pembinaan Gizi bermula dari balita, penanganan gizi sangat penting dimulai sejak dari dalam kandungan sampai balita usia lima tahun. “Ini sangat penting untuk meningkatkan daya pikir anak, kesehatan inilah sangat penting dipenuhi oleh petugas kesehatan dalam membina peningkatan status gizi di wilayah pedesaan kecamatan Mandor,” ungkap Marius seraya
berharap, dari tujuh desa yang sudah mendapat program Nice ini agar ke depan bisa berkembang menjadi 17 desa di kecamatan Mandor bisa terjangkau oleh Nice. (rie)

*Sumber: Harian Equator, 09/03/2010

Kamis, 25 Februari 2010

Keluarga Besar Al-Hikmah Gelar Silaturahmi

*26-27 Februari, di Makam Juang Mandor

MANDOR. Menyambut peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, Keluarga Besar Yayasan Majelis Taklim Al Hikmah Wilayah Kalbar akan menggelar silaturahmi antar ikhwan di areal Makam Juang Mandor, 26-27 Februari mendatang. Kegiatan silaturahmi tersebut akan dihadiri langsung Ketua Yayasan Al Hikmah Wilayah Kalbar H Bastaman BSc.
“Insya Allah akan dihadiri para anggota dari 10 wilayah yang ada di Kalbar ini diantaranya Kota Pontianak, Sungai Pinyuh, Mempawah, Singkawang, Anjongan, Mandor, Ngabang, Beduai, Balai Karangan dan Sepauk,” ungkap Ketua Panitia, Zainuddin ditemui Equator di kediamanya, belum lama ini.
Manurut Zai, panggilan akrabnya, kegiatan silaturahmi Majelis Al Hikmah merupakan agenda rutin, yang pada tahun sebelumnya digelar di Pantai Pasir Panjang II Singkawang. Kemudian tahun ini, Wilayah Mandor mendapat suatu kehormatan sebagai tuan rumah untuk pelaksanaan kegiatan. “Silaturahmi Al Hikmah ini mengusung tema Meningkatkan Iman dan Taqwa serta Ukhuwah Islamiyah dalam Berbangsa dan Bernegara,” ujar Zai.
Adapun rangkaian kegiatan dalam acara silaturahmi Al Hikmah diantaranya pada Jumat (26/2) sore, solat magrib berjamaah dilanjutkan zikir bersama hingga solat isya. Kemudian sambutan Ketua Yayasan Al Hikmah, H Bastaman BSc dan siraman rohani atau peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW oleh Ustad H Mujahit yang juga merupakan ikhwan atau anggota Al Hikmah. “Inilah diantara agenda kegiatan kita, dan kita berharap kehadiran para anggota Al Hikmah yang ada di Kalbar ini,” tegas Zai yang juga staf di Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Disbunhut) Landak ini. (rie)

Jumat, 12 Februari 2010

Warga Pongok Temukan Mayat Bayi


*Hasil Hubungan Diluar Nikah

MANDOR. Warga Dusun Air Pongok Desa Pongok Kecamatan Mandor Kabupaten Landak, Kamis (11/2) pukul 08.00 dibuat gempar. Menyusul telah ditemukan mayat bayi laki-laki yang di kubur di belakang rumah warga. Pelaku Al, 20, sudah diamankan polisi dan mengaku bayi itu hasil hubungan di luar nikah dengan pacarnya berinisial Jl.
Menurut keterangan Johan, Ketua RT 02 Dusun Air, mayat bayi ditemukan di dalam lobang kedalaman 40 centi meter dan di tutup pakai daun simpur di kebun karet yang letaknya sekitar 150 meter dari belakang rumah warga. Dirinya mengetahui ada mayat dari laporan dari warganya bersama Supeno yang berjalan di hutan menemukan lobang yang di tutup pakai daun simpur dan di lihat ada bayi. “Dia langsung lapor dengan saya. Maka saya juga langsung pergi ke lokasi melihat bayi itu, ternyata benar maka saya langsung telpon kepala dusun dan kepala desa,” ungkap Johan kepada awak koran ini saat di TKP.
Kapolsek Mandor IPDA Alexander Aban bersama anggotanya serta Kepala Puskesmas Mandor langsung turun di tempat kejadian pekara (TKP). Mereka langsung melihat bayi sudah di kubur yang terbungkus kain sarung dan di tutup pakai daun simpur dengan kadalaman 40 cm, untuk pemeriksaan lebih lanjut bayi kita bawa dipuskesmas dan rencananya akan di otopsi. “Berdasarkan hasil informasi warga tak begitu lama, kita juga langsung menemukan Al, warga dusun air Pongok yang membuang bayi anak kandungnya sendiri. Al langsung kita bawa di Puskesmas untuk di rawat karena baru melahirkan,” ungkap Kapolsek.
Sementara, Al, mengakui perbuatannya, sejak Rabu ( 0/2), pukul 14.00 dirinya merasa pusing kepala dan minum obat paramek. Setelah pukul 16.00 perutnya terasa mulas dan mau buang air besar, lalu ia pergi ke hutan dibelakng rumah untuk buang air karena WC di sungai banjir. “Setelah di hutan saya langsung melahirkan dan bayi itu keluar sudah meninggal lalu saya pulang ke rumah mengambil cangkul dan di kuburkan di tempat saya melahirkan itu di dalam hutan,” tutur Al.
Ketika ditanya siapa ayah si bayi tersebut? Al mengaku pernah dua kali berhubungan bahan dengan pacarnya Jl di lokasi penghijauan Bukit Soeharto Mandor pada malam hari sekitar tujuh bulan lalu. “Sesudah berhubungan saya menemui pacar saya, saya bilang bulan ini saya tidak datang bulan tapi dia katakan gugurkan saja kandunganmu karena saya mau nikah dengan gadis lain,” katanya.
Kepala Puskesmas Mandor Sri Supartinah saat memeriksa, pelaku harus di rawat di Puskesmas karena setelah melahirkan rawan pendarahan dan wajahnya tampak pucat. “Keterangan yang kita peroleh berdasarkan pengakuan pelaku itu benar dan cocok dengan hasil pemeriksaan kita,” kata Sri. (rie)

Selasa, 09 Februari 2010

Tiga Pekerja PETI Tewas Tertimbun Tanah

MANDOR. Nasib nahas menimpa empat orang pekerja Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) di Dusun Pempadang Desa Kayuara Kecamatan Mandor. Tiga orang tewas dan satu mengalami patah bagian paha kiri akibat tertimbun tanah saat mereka asyik bekerja, Selasa (9/2) pukul 13.00 Wib. Ketiga korban tewas bernama Tandi,24, warga Desa Sambora Kecamatan Toho Kabupaten Pontianak. Kemudian Rianto, 28 dan Widiyanto, 26, warga Peladis Kecamatan Anjongan. Sedangkan Adi 22, warga Dusun Air Itam Desa Silung Kecamatan Menjalin paha kirinya patah dan memar dipipi.
Menurut keterangan dr.Somara Puskesmas Mandor, korban meninggal diperkirakan terlalu lama tertimbun tanah dan lemas karena tidak bisa bernapas sehingga mengalami laku memar di bagian muka.
Kapolsek Mandor Ipda Alexander Aban melalui Kanit Reskrim Bripka Yusnadi Muhali, SE mengatakan, saat itu hujan deras hingga mengakibatkan tanah longsor di lokasi PETI di dusun Pempadang desa Kayuara. “Kami mendapat laporan dari warga dan langsung turun ke lokasi,” katanya dikonfirmasi awak koran ini.
Sedangkan menurut keterangan saksi dari tukang masak bernama Rita 17, warga Anjongan. Saat itu sekitar pukul 13.00, bos-nya bernama Edi warga Sintang, berlari dari lokasi masuk ke dalam pondok kerja dan membawa tasnya langsung kabur.
“Saya sempat nanya ada apa mas, katanya tanah longsor ada yang ke timbun langsung lari,” kata Rita.
Menurut Rita hampir dua jam korban tertimbun baru mayat dapat ditemukan.
Sementara pihak polisi tetap mengevakuasi korban dari lokasi dibawa ke Puskesmas dan sebagian anggota polisi mencari tersangka atau bos nya. Hingga berita ini diturunkan pukul 19.30 bos dompeng masih dalam pengenjaran polisi atau boron. (rie)

Jumat, 22 Januari 2010

Promosi Kesehatan Cara Cuci Tangan



MANDOR. Dinas Kesehatan Kabupaten Landak bekerjasama Program Community Water Services and Health Project (CWSHP) menggelar pelatihhan promosi kesehatan cara mencuci tangan yang benar khusus masyarakat desa Simpang Kasturi dan Pongok di gedung penghijauan Mandor Kamis (21/1).
Menurut Konsultan Kesehatan Landak Sulaeman Utama, program penyediaan air bersih, sanitasi dan membantu membangun WC masyarakat yang tidak mampu, melalui dana pemerintah pusat dan bekerjasama dengan masyarakat. “Sistem CWSHP ini tidak serta merta diserahkan kepada pemerintah tapi pendanaannya dari pemerintah pusat dan di tambah dari masyarakat,” katanya.
Bentuk kegiatan yang sudah disalurkan kepada masyarakat, pembangunan berupa sumur bor, perpipaan dan sumur gali, kemudian pembuatan WC di rumah ibadah serta pembuatan tempat cuci tangan di sekolah. “Di kecamatan Mandor untuk tahun 2008 di desa Sekilap dan Kerohok, tahun 2009 di desa Simpang Kasturi dan Pongok pembangunan air bersih,” ungkapnya.
Sulaeman berharap agar pembangunan sarana yang sudah di buat agar bisa bertahan sampai 15 tahun ke depan dapat di mamfaatkan oleh masyarakat. Karena kami bergerak di bidang kesehatan lingkungan untuk pembuangan kotoran manusia juga bisa sesuai dengan harapan masyarakat sudah membuat WC.
“Sedangkan gendala di masyarakat biasanya, kalau sudah di bantu selalu bertanya mengapa kami masih di suruh kerja gotong royong dan masih keluar biaya lagi. Nah inilah yang harus jelas kita sosialisasikan kepada masyarakat,”ujarnya.
Kepala Puskesmas Mandor Sri Supartinah mengajak peserta dan kader kesehatan lingkungan masyarakat agar dapat mencapai kemampuan masyarakat menolong diri sendiri dalam bidang kesehatan khususnya penyediaan air bersih dalam rangka kesehatan lingkungan. Dimana peserta mengikuti kemampuan, pengetahuan dan keterampilan masyarakat, melalui pelatihan dan penyuluhan untuk menuju pembangunan kesehatan menuju Indonesia sehat 2010. “Salah satunya yaitu promosi kesehatan dan perilaku hidup sehat,” tukasnya. (rie)

Jumat, 08 Januari 2010

Kawasan Industri Mandor Diseminarkan

*Perlu Dibentuk Institusi Pelayanan Satu Atap

NGABANG. Rencana Pemkab Landak menjadikan Mandor sebagai kawasan industri tidak hanya wacana saja. Itu dibuktikan telah digelarnya seminar tentang penyusunan rencana induk kawasan industri Mandor, penyusunan perencanaan pengembangan wilayah strategis dan cepat tumbuh Landak dan penyusunan master plan hutan Kota Landak, Kamis (7/1) di aula Bappeda Landak dengan menghadirkan tiga konsultan. “Kawasan industri merupakan salah satu komponen kawasan yang sangat penting bagi pengembangan kegiatan ekonomi wilayah, terutama dalam meningkatkan nilai tambah dan daya saing hasil Sumber Daya Alam (SDA) yang ada,” ungkap Wakil Bupati Agustinus Sukiman saat membuka acara seminar, kemarin.
Diuraikannya, dengan pembangunan kawasan strategis dan cepat tumbuh, merupakan kawasan yang mempunyai potensi untuk cepat tumbuh, serta memiliki sektor unggulan yang dapat menggerakan pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut dan di wilayah sekitarnya. “Mempunyai infrastruktur yang memadai dan memerlukan dana investasi yang cukup besar bagi pengembangannya,” katanya.
Sedangkan penyusunan master plan hutan Kota di Landak, bertujuan untuk kelestarian, keserasian dan keseimbangan ekosistem perkotaan yang meliputi unsur lingkungan, sosial dan budaya. “Untuk mengimbangi perkembangan pembangunan Landak agar terjadi keseimbangan antara kawasan permukiman dan ruang terbuka hijau ini, perlu adanya dokumen master plan hutan Kota,” tegasnya.
Sedangkan untuk Amdal, perlu disiapkan payung hukumnya, sehingga adanya kekuatan dan kepastian hukum. Selanjutnya, perlunya pembebasan lahan dan pembayaran ganti rugi tanah pada kawasan yang akan dijadikan sebagai kawasan industri yang dimaksud. “Perlu dibentuk institusi yang menangani perizinan atau pelayanan satu atap, sehingga perizinan dapat menjadi lebih cepat dan murah, termasuk juga perizinan pendirian kawasan industri serta promosi, perlunya pematangan lahan dan pembangunan kawasan industri, pembangunan jaringan jalan dan jaringan utilitas dan lain sebagainya,” jelas Sukiman.
Kepala Bappeda Landak Alpius mengatakan, seminar tersebut diikuti anggota DPRD Landak, kepala SKPD, Camat se Landak dan kepala desa setempat. Sedangkan nara sumber menampilkan 3 konsultan yakni CV. Prima Konsultan Pontianak yang menyusun dokumen rencana induk kawasan industri Landak di kawasan industri Mandor, CV. Warsya Pelangi Pontianak yang menyusun dokumen perencanaan pengembangan wilayah strategis dan cepat tumbuh Landak dan CV. Karya Cipta Bersama Pontianak yang menyusun dokumen master plan hutan Kota Landak. (rie)

Mandor Diterjang Puting Beliung


*Pohon Kayu Tumbang di Jalan Raya

MANDOR. Angin puting beliung menerjang kawasan Desa Mandor dan Desa Simpang Kasturi Kecamatan Mandor Kabupaten Landak, Selasa (5/1) pukul 15.00 sore kemarin. Tidak ada korban jiwa, namun sebanyak empat pohon besar tumbang di jalan raya hingga arus lalu lintas macet total hingga dua jam. Deretan kendaraan sekitar satu kilometer sempat membuat panik penumpang dan warga setempat. “Pohon yang tumbang di kawasan Jalan antara Mandor-Simpang Kasturi,” ujar Budi seorang warga.
Menurut Budi warga simpang Kasturi ini, hujan disertai angin cukup kencang dan berputar lalu menghantam pohon hingga tumbang di jalan raya. Untung saat tumbang tidak kena kendaraan yang melintas. Warga setempat langsung berbondong-bondong melihat dari dekat pohon yang tumbang, dan langsung melaporkan kepada kepala desa setempat.
Kepala Desa Mandor H.Effendi setelah mendapat laporan dari warga, langsung turun ke lokasi dan dibantu warga mencari mesin shingso untuk memotong kayu yang tumbang mengahalang jalan. “Kita prihatin melihat orang yang mau cepat sampai pada tujuannya tapi malah terhambat akibat pohon tumbang,” ujar Effendi.
Dalam musibah itu tidak ada korban jiwa hanya satu rumah terkena timpa dan tiang lisrik tumbang sehingga pasar gelap karena listrik tidak bisa difungsikan. “Memang di wilayah kita masih banyak pohon akasia yang besar di tepi jalan, tapi ini pengalaman bagaimana cara untuk memangkas pohon yang ada,” ungkapnya.
Sementara Iwan, warga Pontianak pengendara motor mengaku hampir dua jam bertahan tidak bisa lewat karena sebagian masyarakat bergotong royong memotong pohon dan membersihan kayu yang tumbang. “Kita berharap agar dinas terkait juga dapat memperhatikan pohon yang besar di tepi jalan harus selalu di pangkas,” harap Iwan.
*Ngabang Terancam Banjir
Sementara itu, di Ngabang ibu kota Kabupaten Landak juga mulai musim hujan, akibatnya warga di kawasan tepian sungai Landak seperti Dusun Raiy, Pesayangan, Tanjung mulai berjaga-jaga. Karena air mulai pasang. Jika dalam satu hari hujan dipastikan akan terendam. “Memang tidak heran, Ngabang setiap tahun pasti ada banjir,” ujar Wan Agustian ketika menghubungi Equator, kemarin.
Warga di tepian sungai Landak memang sudah terbiasa dengan banjir, karena hampir tiap tahun jika banjir masyarakat tidak semua mengungsi. Sebagian warga kadang memilih tetap bertahan, meski harus mengungsi ke atap rumahnya. Di Ngabang banjir akan terjadi jika curah hujan tinggi dan sungai Landak meluap. (rie)